AC bersih Keluarga kita Sehat

PKS Partai Kita Semua....!!!

Jasa Bongkar Pasang AC Tegal Brebes 0856 4398 1258: Pump-Down

Semakin dingin temperatur maka semakin baik pencampuran pelumas dengan refrigerant (walaupun ada batasannya).

Pada saat kompresor berhenti, temperatur body kompresor akan turun menuju temperatur sekitarnya. 

Pada saat start-up, refrigerant yang bercampur dengan pelumas dalam ruang crankcase (low side) karena terjadi penurunan tekanan yang tiba2, maka refrigerant akan mendidih dengan cepat, sehingga dengan mudah masuk ke ruang cylinder. Jika hanya refrigerant saja yang masuk ke dalam cylinder, tidak menjadi masalah, tetapi karena refrigerant bercampur baik dengan pelumas, maka pelumas akan ikut terangkat masuk ke cylinder. Akibatnya, komponen yang rentan rusak adalah reed valve pada kompresor. 

Semakin banyak pelumas yang terangkat masuk, semakin besar kemungkinan terjadi kerusakan reed valve. Ini sama halnya dengan kejadian liquid hammering.

Untuk mengurangi pencampuran refrigerant dengan pelumas pada saat kompresor off, maka dipasanglah crankcase heater yang berfungsi untuk menjaga agar temperatur body kompresor tidak turun jauh dari temperatur kerjanya.

Tetapi perlu diingat juga, dengan diaktifkannya crankcase heater pada saat kompresor off bukan berarti pelumas bisa terbebas dari pencampuran refrigerant.

Kenapa kompresor jenis sentrifugal tidak perlu off-pump down?

Seperti telah disebutkan diatas, hal yang dikhawatirkan jika system tidak menggunakan off-pump down adalah naiknya pelumas dalam konsentrasi yang berlebihan ke dalam cylinder kompresor yang memiliki reed valve / jenis positif displacement pada saat start-up. Terlihat jelas yang harus diberi perhatian terutama kompresor jenis piston/reciprocating yang memiliki dua reed valve utk setiap cylindernya (rotary atau scroll hanya satu di bagian discharge).

Dan untuk kompresor jenis sentrifugal naiknya pelumas tidak menjadi masalah yang besar karena termasuk non-positif displacement compressor. Kompresor sentrifugal hanya mempercepat aliran fluida untuk menaikkan tekanannya sehingga tidak memiliki reed valve, berbeda dengan positif displacement yang harus melalui proses kompresi.

Satu hal lagi, kompresor sentrifugal juga bisa didesign tanpa perlu pelumas (oil less kompresor), dengan menggunakan magnetic bearing crankshaft kompresor ditahan melayang (levitation) ditengah2 magnetic bearing tsb, seperti yang digunakan pada beberapa jenis chiller merk "Y". 

Jika tekanan kerja di bagian low side adalah positif,maka sebaiknya pump down pressure dibuat cut-off pada tekanan sedikit diatas tekanan atmosfir. Tujuannya untuk menghindari masuknya udara jika terjadi kebocoran di daerah low side.





Olie Kompresor


  • Oleh Wirnando Bic, 

    Kepada teman-teman yang hendak mengganti Oli pelumas Kompresor . kami merekomendasikan sebagai berikut :
    A. R- 22...Mengunakan Meineral Oils sebagai berikut :
    Suniso 3 GS(Sun Oil Co.), Shell 22-12 (Shell) ,
    Capela WF32(Texaco), Fuchs Reniso KM 32 (R.Fuchs))

    B. Sedankan R-134A, R-407C dan R-404A/R-507
    Mengunakan Ester Oils sebagai berikut :
    Emkarate RL 32 CF atau RL32-3MAF (ICI)
    EAL Arctic 22 CC (Mobil)

    Data tersebut kami dapatkan dari "Semi Hermitic Compresor Catalogue". .".Copeland" (Emerson)

Service AC Tegal : Pengecekan Kebocoran (Leak Testing) dalam Sistem Refrigerasi.



  • Setelah dilakukan proses instalasi / penyambungan pipa antara indoor dan outdoor unit (untuk type split system) ataupun penyambungan seluruh komponen refrigerasinya, langkah selanjutnya adalah proses pengecekan kebocoran instalasi. Yaitu memastikan bahwa sistem refrigerasi tersebut benar-benar terisolasi dari lingkungan sekitarnya.

    Sebagian teknisi, melakukan testing kebocoran ini dengan metoda "vacuum" yaitu sistem divakum sampai mendekati absolut vakum yaitu -30inHg atau -1atm dan dibiarkan beberapa waktu. Jika jarum atau angka tidak bergerak dari titik vakum terendah, maka teknisi memastikan bahwa tidak ada kebocoran dalam sistem.
    Sebagian lagi menggunakan metoda "pressurize system" yaitu sistem diberi tekanan sampai lebih kurang 10% dari batas tekanan kerja maksimumnya. Media yang digunakan untuk pressurize-nya umumnya menggunakan Nitrogen (N2).

    Manakah dari kedua teknik tersebut yg lebih baik?
    Tekanan kerja vakum maksimal adalah -1atm (-14.7psig). Jadi jika menggunakan metoda vakum, hanya kebocoran besar yg bisa terdeteksi yaitu kebocoran yang kategori perbedaan tekanan kerja dan lingkungannya relatif kecil.
    Jika menggunakan teknik "pressurize system" maka semua range tekanan kerja akan terlampaui sehingga jika tidak terjadi kebocoran dengan metoda ini sudah bisa dipastikan bahwa sistem akan bekerja aman (dipastikan bahwa sistem sudah benar-benar tidak terdapat kebocoran).

    Jadi sebenarnya vakum bukanlah menjadi cara terbaik untuk melakukan testing kebocoran. Selain itu juga jika dengan menggunakan teknik vakum, jika terjadi kebocoran, justru udara yang akan masuk ke dalam sistem, yang seharusnya hal ini dihindari untuk mencegah kontaminasi dengan pelumas. Selain itu bisa menyebabkan korosi internal part dari sistem refrigerasi tsb dan juga bisa membuat filter drier mencapai titik saturasi yg jika filter tidak diganti maka mengurangi kemampuan untuk menyerap sisa uap air yg tidak bisa dikeluarkan pada saat proses vakum.

    Proses vakum bertujuan untuk mengeluarkan udara dan gas lainnya yg terkandung dalam sistem agar pada saat refrigerant sudah diisi dalam sistem tsb tidak terkontaminasi.

    Jadi langkah yang dilakukan sebaiknya seperti ini:
    Instalasi pemipaan dan komponen-> flushing (pembersihan jalur sistem refrigerasi)-> pemasangan filter drier -> testing kebocoran dengan Nitrogen -> evacuating/vacuum -> isi refrigerant -> test run -> analisa performa.

    Note: untuk sistem yg kompleks proses flushing bisa dilakukan bertahap selama instalasi.

Entri Populer