AC bersih Keluarga kita Sehat

PKS Partai Kita Semua....!!!

Hemat Energi dengan Rangkaian Produk LG AC Hercules Series


Sukses Mulya AC Jasa Service AC Tegal 0856 4398 1258


Jakarta (06/07) â€“ Berpegang teguh dengan kampanye “Hemat Energi” yang senantiasa dijalankan, PT LG Electronics Indonesia kembali mempersembahkan inovasi terbarunya dalam rangkaian produk LG AC Hercules Series yang hemat energi dan ramah lingkungan melalui produk AC LG Hercules 2.0 dan AC Hercules Inverter,. Penghematan energi menjadi salah satu fokus utama LG dalam berinovasi dikarenakan, pemahaman bahwa kini, perubahan iklim yang menjadi salah satu ancaman paling signifikan saat ini terhadap kehidupan konsumen dikontribusi paling besar oleh konsumsi listrik yang berlebihan.
President Director PT LG Electronics Indonesia – Kim, Weon Dae menyatakan “Inovasi tanpa henti dari LG mengajak para individu untuk melakukan perubahan gaya hidup yang signifikan untuk mengurangi terjadinya pemanasan global, dengan mengefisiensikan penggunaan listik dalam kehidupan seharinya, salah satunya melalui penggunaan AC yang berdaya listrik rendah dengan LG AC Hercules 2.0 dan LG AC Hercules Inverter.”
Sebagai gambaran, sektor rumah tangga adalah sektor terbesar dalam hal konsumsi listrik yakni 33%, dibandingkan sektor bisnis, industri, gedung pemerintahan dan fasilitas publik. Berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, total 29,605 GWH atau 23% total konsumsi listrik Indonesia terfokus di DKI Jakarta dan Tangerang*. Sehingga, total keseluruhan konsumsi listrik sebesar 29.605 GWH atau sama dengan 26,4 juta ton CO2[1]
“Menjawab permasalahan tersebut, LG Hercules 2.0, yang merupakan rangkaian terbaru dalam produk LG AC Hercules Series, kembangan dari produk sebelumnya, LG AC Hercules, kini dihadirkan dengan watt yang lebih rendah dan varian ukuran yang lebih beragamnamun masih menganut konsep low wattage technology dan ramah lingkungan yang sama“ ujar June, Jae Shin – General Manager Air Conditioner LG Electronics Indonesia.
Dari segi jumlah watt, LG AC Hercules 2.0 seri ½ PK kini hanya mengkonsumsi 310 watt jika dibandingkan dengan seri LG Hercules sebelumnya dan 1PK hanya 650 watt, dari sebelumnya 670 watt. Selain ukuran ½ PK dan 1 PK,  LG AC Hercules 2.0 dihadirkan dalam 2 varian ukuran tambahan , ¾ PK dan 1,5 PK. Tiap ukuran tambahan yang ditawarkan oleh LG AC Hercules 2.0, mewakili jumlah penggunaan watt yang berbeda, ¾ PK dengan 520 watt, dan 1,5 PK dengan 940 watt.
Melengkapi rangkaian LG AC Hercules yang hemat energi dan ramah lingkungan, selain LG Hercules 2.0, LG telah mempersembahkan pula LG AC Hercules Inverter dengan aplikasi teknologi inverter yang terbukti mampu menghemat penggunaan listrik hingga 60%, dimana rumah berkapasitas 2200 watt, konsumen hanya membayar listrik kurang lebih Rp 1000 per harinya. Fakta ini diperkuat oleh pengujian yang telah dilakukan oleh Tim Peneliti Universitas Indonesia Fakultas Teknik Elektro dibawah kepemimpinan Bapak Iwa Garniwa – Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia. Hal ini semakin dibuktikan dengan diberikannya sertifikasi hasil pengujian konsumsi listrik kepada President of PT LG Electronics Indonesia Mr. Kim Weon Dae
Dikesempatan yang sama, Mr. Kim Weon Dae mengatakan  bahwa pengujian ini dilakukan oleh LG Electronics Indonesia untuk memperkuat inovasi teknologi dari LG Electronics yang tak hanya sebatas dalam bentuk pengembangan produk tetapi juga memiliki daya guna yang tinggi kepada konsumen ketika produk LG digunakan.
“Dari pengujian tersebut diperoleh hasil jika AC LG Hercules Inverter ini hanya membutuhkan konsumsi daya listrik sebesar 1,46271 kWh dalam ruangan yang diatur pada suhu 24° Celcius selama kurun waktu 8 jam. Sedangkan, tingkatan suhu 24° Celcius ini sendiri dapat dengan cepat dicapai teknologi LG Inverter hanya dalamhitungan waktu 7 menit,” ungkap Iwa Garniwa.
Selain keunggulan dalam hal konsumsi daya listrik yang lebih rendah dan variatif, LG AC Hercules 2.0  dan LG Hercules Inverter pun semakin terdepan dalam sistem penyaringan udara Neo Plasma Purifying System yang sampai dapat melumpuhkan virus flu burung (H5N1). Sebelumnya LG AC Hercules hanya terdiri dari 5 tahapan filterisasi dan kini dengan LG AC Hercules 2.0 menjadi 6 tahapan filterisasi.
Dimulai dengan Pre Filter untuk menyaring partikel-partikel berukuran sedang seperti debu dan jamur, Triple Filterbertugas menghilangkan senyawa-senyawa kimia seperti bau rokok dan cat. Nano Carbon Filter dengan fungsi menghilangkan bau-bauan biologis tidak sedap. Plasma Filter untuk membunuh kontaminan miksroskopik seperti kutu dan bulu binatang dan K-AVF Filter, Filter yang secara khusus diuji di Laboratorium Virologi, Fakultas Kedokteran Hewan – Institut Pertanian Bogor dalam hal penonaktivan virus. K-AVF Filter ini terbuat dari gabungan Leuconostoc Citreum [Intisari fermentasi lactic dari Kimchii], Ag-Z [nano silver zeolite], Houttuyinatumbuhan obat alami dari Korea], dan Triclosan membuat segala macam virus dan bakteri terinaktivasi.
Dengan segala keunggulan yang dimiliki oleh LG AC Hercules 2.0 dan juga LG AC Hercules Inverter, Budi Setiawan,Sales Director PT LG Electronics Indonesia Budi Setiawan optimis bahwa kehadiran keduanya dapat membawa LG menguasai pangsa pasar produk AC di Indonesia, terutama di kategori  produk pendingin ruangan. “Jika kehadiran LG AC Hercules mendapatkan penerimaan positif dari konsumen dengan pembukuan penjualan hingga 16.000 unit/bulan dan menguasai pasar pendingin ruangan di Indonesia sebanyak 34% di tahun 2009, maka untuk LG AC Hercules 2.0 kami berharap bahwa nantinya penjualan produk ini  dapat berkontribusi sebesar 55% terhadap total penjualan produk AC dari LG Electronics. kami mentargetkan penjulan 22.000 unit/bulan untuk produk AC Hercules 2.0 Sedangkan untuk AC Hercules inverter ini LG mentargetkan penjualan sebanyak 8,000 unit/bulan. ”, tambah beliau. Dengan hadirnya kedua produk ini, LG Electronics Indonesia menargetkan untuk menguasai pasar sebanyak 34% untuk kategori produk pendingin udara di tahun 2010 ini.
Melengkapi rangkaian LG AC Hercules yang hemat energi dan ramah lingkungan, selain LG Hercules 2.0, LG mempersembahkan  LG AC Art Cool  kepada para konsumen dan individu yang membutuhkan sentuhan estetika yang berbeda dalam desain rumahnya. LG Art Cool menekankan kepada desainnya yang cantik dan menawan, dengan panel depan berwarna putih, memperkuat citra ekslusif pada AC LG Art Cool ini. Inilah bentuk baru pendingin ruangan yang pula hadir sebagai pemikat dekorasi interior ruangan.

TIPS : Hati-Hati Memilih AC Inverter!


Service AC Tegal Brebes 0856 4398 1258 SuksesMulya AC

Hati-hati memilih pendingan ruangan (AC) dengan menggunakan teknologi inverter. AC jenis ini adalah tergolong AC pintar yang dapat mendeteksi perubahan temperatur (suhu) pada ruangan, sehingga dapat memberikan daya pendinginan yang optimal. Berbeda dengan AC konvensional yang tidak bisa secara otomatis menyesuaikan ke suhu yang diinginkan.
Akhir-akhir ini banyak masalah dan keluhan dari pemilik AC inverter yang tiba-tiba AC inverternya mati total dan tidak dapat digunakan lagi. Ternyata memang setelah dicek daya listrik terpasang dirumahnya hanya 900 watt. Padahal AC inverter sangat tidak direkomendasikan untuk rumah dengan daya listrik 900 watt atau lebih kecil. Teknologi AC inverter seperti apa yang baik dan hemat energi yang sebaiknya kita gunakan?
PT. LG Electronics menjawab kebutuhan Anda dengan pengembangan lebih lanjut teknologi INVERTER yang selama ini telah dipercaya dapat mengurangi pemakaian daya listrik khususnya pada pendingin ruangan inverter. Tak tanggung-tanggung, LG Electronics mengklaim pengembangan teknologi Inverter-nya ini mampu menghasilkan penghematan daya listrik hingga 60% berbanding dengan perangkat pendingin udara konvensional.
“Melalui hasil pengembangan ini kami ingin menunjukkan komitmen LG untuk tidak terpaku pada teknologi yang ada dan terus mengupayakan pada inovasi yang semakin hemat listrik tanpa mengurangi kenyamanan pada penggunanya,” ujar Albert Fleming – Head of Residential Air Conditioner PT. LG Electronics Indonesia.
Pengembangan teknologi Inverter dari yang sebelumnya telah cukup dikenal di pasaran ini bukannya tanpa alasan. Dibandingkan dengan perangkat elektronik rumah tangga lainnya, pendingin ruangan (air conditioner) memiliki konsumsi daya listrik besar dalam penggunaannya. Belum lagi bila merujuk pada durasi pengoperasian yang umumnya lama, menciptakan beban biaya bagi konsumen untuk konsumsi listrik rumah tangga.
Kunci pengembangan terbaru dari teknologi Inverter besutan LG ini merupakan hasil dari kehandalan sirkuit micro processor yang terletak tepat pada kompresornya. Pemanfaatan sirkuit ini memungkinkan mesin pendingin ruangan berteknologi Inverter untuk mengubah jenis arus listrik yang masuk dari arus bolak-balik (Alternation Current) menjadi arus listrik searah (Direct Current) sebagai keluarannya. Ini berbeda dengan skema kerja pada perangkat pendingin ruangan konvensional yang hanya memanfaatkan arus listrik bolak-balik untuk mendinginkan suatu ruangan.
Adanya perubahan jenis arus listrik dari AC menjadi DC inilah yang kemudian menghasilkan kinerja kompresor yang lebih stabil pada tingkat suhu yang diinginkan. Pasalnya, proses pengubahan jenis arus listrik yang terjadi pada kompresor yang berlangsung terus menerus membuat kompresor terus bekerja secara berkelanjutan sepanjang pengoperasian perangkat pendingin ruangan ini.
Cara kerja kompresor ini, ketika suhu ruangan telah mencapai derajat yang sesuai keinginan pengguna, kompresor pada Inverter pengembangan terbaru ini masih akan tetap bekerja namun dengan laju putaran yang menyesuaikan dengan naik-turunnya suhu ruangan. Artinya, cepat-lambatnya kompresor bekerja akan sesuai dengan informasi yang diterima sensor untuk memantau bilamana terjadi perubahan suhu dalam ruangan.
Hal ini berbeda dengan hukum kerja kompresor pada perangkat pendingin ruangan konvensional. Pada perangkat ini, kompresor akan berhenti bekerja begitu suhu ruangan yang diinginkan telah terpenuhi. Namun demikian, kompresor baru akan mulai kembali aktif bekerja bila terjadi perubahan temperatur sebagai akibat kenaikan suhu dalam ruangan.
Daya listrik yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kembali kerja kompresor ini secara berkala sepanjang pemakaian perangkat pendingin ruangan inilah yang kemudian memiliki konsekuensi pada tingginya asupan daya listrik yang diperlukan. “Pada gilirannya, hal ini memberi beban tinggi pada besaran biaya listrik rumah tangga,” ujar Sigit Herry Supriyatna – Project Group Head Commercial Air Conditioner PT. LG Electronics Indonesia.
Menguji hasil pengembangan teknologi Inverter kreasinya ini, LG bahkan melakukan sebuah pengujian independen yang dipercayakan pada tim peneliti dari Universitas Indonesia Fakultas Tehnik Elektro. Melalui serangkaian pengujian tersebut, didapati hasil jika perangkat pendingin ruangan dengan kelengkapan Inverter besutan LG ini memiliki konsumsi daya listrik sebesar 1,46271 kWH pada pengujian dalam ruangan dengan suhu yang diatur 24° Celcius selama kurun waktu 8 jam. Sedangkan, tingkatan suhu 24° Celcius ini sendiri dapat dengan cepat dicapai teknologi LG Inverter hanya dalam hitungan waktu 7 menit.
”Pengujian ini dilakukan untuk menguatkan hasil inovasi teknologi yang LG lakukan. Tak sekedar mengembangkan suatu teknologi, namun pula LG berusaha untuk memberikan kepastian pada konsumen terkait hasil nyata bagaimana produk tersebut nantinya memberikan nilai guna sesuai yang kami janjikan kepada konsumen kami,” ujar Albert Fleming.
Lebih lanjut Albert Fleming juga menjelaskan jika dari hasil uji tersebut, konsumen sekaligus dapat memperkirakan jumlah biaya listrik yang harus ditanggung dengan penggunaan pendingin udara berteknologi Inverter dari LG ini. Di mana, untuk rumah berkapasitas 2200 watt, konsumen cukup membayar kurang lebih Rp. 1,000,- / harinya. Jumlah ini diperoleh dengan melakukan penghitungan sesuai dengan rumusan sederhana hasil pengalian daya listrik dengan biaya listrik/kWh.
Lebih Cepat Dingin, Lebih Nyaman
Penggunaan teknologi LG Inverter pada produk pendingin ruangan memang sudah terbukti mampu menekan biaya listrik rumah tangga. Meski begitu konsumen tak hanya diuntungkan sampai disitu saja oleh pengaplikasian teknologi LG Inverter. Para penggunanya juga dapat merasakan kenyamanan yang lebih, salah satunya yaitu dengan proses pendinginan yang menjadi lebih cepat.
Ketika mesin dinyalakan untuk pertama kalinya, teknologi LG Inverter ini akan memacu kerja mesin secara lebih optimal, sehingga dapat mencapai tingkat suhu yang diinginkan penggunanya 15% lebih cepat bila dibandingkan dengan pendingin udara konvensional.
Tak sekedar mempercepat proses pendinginan di awal, teknologi LG Inverter ini juga menjaga agar suhu di dalam ruangan tetap stabil, sesuai dengan yang diinginkan selama pendingin ruangan tersebut bekerja. Hal ini dilakukan melalui sensor deteksi yang secara cermat mengawasi naik dan turunnya tingkat kedinginan di dalam ruangan. Sensor tersebut akan secara cermat memonitor selisih suhu antara suhu di dalam rungan dengan suhu yang ditentukan supaya perbedaannya tidak lebih dari 0.5° Celcius. Di mana, pendingin ruangan konvensional hanya dapat mendeteksi, bila selisih suhu sudah mencapai rentang 1° Celcius. ”Dengan perbedaan suhu yang seminim mungkin, fluktuasi suhu dalam rungan pun dapat diminimalisir. Pada akhirnya, konsumen akan merasa kian nyaman untuk beraktifitas di dalam ruangan bersuhu cenderung stabil,” kata Sigit Herry Supriyatna.
Penjagaan optimal terhadap tingkat suhu udara di dalam ruangan, lantas dikombinasikan dengan kenyamanan lainnya yang ditawarkan oleh teknologi LG Inverter melalui jaminan suara mesin kompresor yang anti berisik. Perubahan arus listrik bolak – balik menjadi arus listrik searah, secara nyata mampu mereduksi hasilan suara mesin kompresor hingga tingkat suara 19 dB. ”Inilah solusi yang LG berikan atas keluhan konsumen mengenai kegaduhan pada mesin kompresor pendingin udara,” ucap Albert Fleming.
Perhatian LG terhadap kenyamanan penggunanya, tak membuatnya lantas mengesampingkan nilai-nilai pelestarian lingkungan. Ini dibuktikannya dengan pengaplikasian zat pendingin terbaru yang aman bagi lingkungan. Zat pendingin (refrigerant) jenis R410A ini dipilih karena gas jenis ini terbukti tidak mengandung CFC (Cloro Fluoro Carbon) yang menjadi pemicu utama penyebab kebocoran pada lapisan ozon. ”Selain menelurkan inovasi handal yang menguntungkan konsumennya, LG juga memastikan jika teknologi ini aman bagi lingkungan,” ujar Albert Fleming lagi
Berbagai keunggulan yang ditawarkan LG melalui pengembangan teknologi Inverter ini, tak dipungkiri menjadi bagian dari upaya berkelanjutan vendor asal Korea Selatan ini untuk selalu memuaskan para konsumen setianya dalam menggunakan produk pendingin udara keluaran LG. ”Dengan hasil pengembangan ini kami ingin sekaligus memberikan pesan bila teknologi Inverter yang ada saat ini bukanlah menjadi titik akhir dari upaya LG untuk terus menghasilkan perangkat pendingin ruangan yang lebih hemat listrik dan sekaligus nyaman bagi penggunanya. Bahkan kedepannya, kami akan persiapkan terus inovasi terbaru yang selalu memenuhi kebutuhan konsumen kami akan pendingin udara yang modern,” tutup Albert Fleming.(sumber: rileks.com/heri)

Tanya Jawab Seputar AC LG


Jasa Service AC Panggilan 0856 4398 1258 SuksesMulya AC

Siap Melayani Anda di Tegal, Slawi, Brebes dan sekitarnya dengan harga terjangkau.



Bagaimana cara merawat AC yang benar? Berapa kali dalam setahun sebaiknya saya harus mengganti freon?
Aug. 18, 2010 by Andika, Kebayoran Baru
Dear Pak Andika. Perawatan AC sendiri sebenernya cukup mudah, asal dilakukan secara teratur. Sebagai pengguna AC sangat disarankan bagi Anda untuk melaakukan pembersihan AC minimal 6 bulan sekali untuk membersihkan AC bagian dalam dan lapisan filternya. Sedangkan untuk freon, tidak perlu dilakukan pengisian ulang. Kecuali jika salurannya ada yang mengalami kebocoran.

Hal apa yang perlu diperhatikan dalam memasang AC? Apa penyebab dari air yang kerap menetes jatuh dari AC itu sendiri?
Aug. 18, 2010 by Dety, Pondok Gede
Dear Ibu Dety. Dalam memasang AC, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pastikan letak indoor AC berada di tengah-tengah ruangan, sehingga udara dari AC dapat dengan cepat menyebar secara merata ke dalam ruangan. Sedangkan untuk mesin outdoor-nya, lebih baik diletakkan di ruangan yang terbuka, agar sirkulasi udara dapat terjaga kebersihannya. Pastikan juga jarak outdoor dan indoor nya sekitar 3 meter. Ini penting untuk menjaga agar mesin dapat bekerja secara optimal dan tidak lekas rusak. Sedangkan untuk air yang menetas dari mesin indoor, diakibatkan oleh sirkulasi udara yang kotor. Sehingga mesin tidak berjalan secara optimal. Untuk itu, pastikan Anda melakukan pembersihan AC minimal 6 bulan sekali untuk mencegah air menetas yang mengganggu.

Kalau saya di rumah pakai daya listrik 900 watt & dan ruangan yg akan digunakan sebesar 3 x 4 m produk LG jenis apakah yg dapat disarankan agar saya dapat menikmati kenyamanan dari penggunaan AC LG ? Karena dalam waktu dekat saya akan memasang AC di rumah saya. Terima kasih.
Aug. 30, 2010 by Saleh Solomoan
Untuk rumah berdaya listrik 900 watt dan luas 3x4 m disarankan menggunakan AC dengan kapasitas 1/2 PK saja, dimana untuk produk terbaru LG Hercules 2.0 hanya membutuhkan listrik 310 watt saja, dan anda masih bisa menyalakan perangkat elektronik lainnya secara bersamaan.

Kini LG Meluncurkan AC Hercules Inverter dan AC Hercules 2.0 yang sama-sama hemat listrik. Apa perbedaan dari kedua AC tersebut? Yang mana yang lebih hemat?
Aug. 18, 2010 by Tyas, Halim
Dear Ibu Tyas, kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya terhadap produk-produk keluaran dari LG, terutama kategori AC.

LG sendiri memang baru-baru ini memperkenalkan AC terbarunya, yaitu AC Hercules Series yang terdiri dari AC Hercules Inverter dan AC Hercules 2.0. Kedua AC tersebut merupakan kategori hemat listrik. Namun memang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda. Jika AC Hercules 2.0 ditujukan untuk tempat tinggal dengan kapasitas listrik terbatas, maka AC Hercules Inverter lebih baik digunakan di perumahan dengan kapasitas listrik yang mencukupi. Mengapa demikian? Karena AC Hercules 2.0 ini memiliki teknologi low wattage saja. Di mana, konsumsi listriknya sesuai dengan yang dicantumkan. Untuk ukuran ½ PK, AC Hercules 2.0 ini mengkonsumsi 310 watt. Maka, selama pengoperasiannya, AC dari LG ini terus mengkonsumsi listrik di tingkat 650 watt saja. Ini berbeda dengan AC Hercules Inverter yang konsumsi listriknya fluktuatif mengikuti beban ruangan. Jika di dalam ruangan minim orang dan benda, maka AC Hercules 1 PK pun bisa bekerja dengan konsumsi listrik sejajar dengan listrik ½ PK. Itulah mengapa konsumen yang menggunakan AC Hercules Inverter dari LG ini, cukup membayar Rp 1,000/hari untuk pemakaian AC setiap harinya.

Namun yang perlu diperhatikan adalah, tarikan listrik pada AC Hercules Inverter ini cukup tinggi di awal pengoperasiannya. Disarankan, konsumen dengan konsumsi listrik yang sangat terbatas memilih untuk menggunakan AC Hercules 2.0

Saya ingin menanyakan, untuk AC Hercules konsumsi listrik paling kecil berapa...apakah dg ruangan kamar 3 x 4 untuk satu orang bisa menggunakan AC yang hanya 1/2 PK..?? Dan harga untuk AC 1/2 PK tsb berapa yaaa...
Aug. 27, 2010 by Ety, Jakarta
LG baru saja meluncurkan AC Hercules 2.0 dengan konsumsi listrik paling kecil 310 W untuk ½ PK. Untuk kamar 3 x 4 dengan satu orang cukup menggunakan AC ½ PK saja.

Harga AC ½ PK Hercules 2.0 ini adalah berkisar Rp 3.500.000,- Harga bisa berubah-ubah dan lebih murah tergantung dari promo di masing-masing toko.

Entri Populer